Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Thursday, October 6, 2016

Banyak orang bisa "mengajar", tapi tak mudah untuk "mendidik".

Sangat memprihatinkan. Siang hari lepas anak sekolahan keluar, dihari Rabu 5 Oktober 2016 terjadi sebuah peristiwa tawuran antar pelajar yang mengakibatkan satu orang tewas kena sabetan senjata tajam di bagian dada dan punggung.
Peristiwa itu terjadi di sebuah tempat di Desa Dorowolong Kecamatan Purwasari. Lokasinya memang sangat mungkin bisa terjadi, jalan desa antara dua dusun yang jaraknya cukup jauh, sunyi, sepi, hanya pesawahan dan gerombolan pepohonan yang menjadi saksi. Selompok pelajar dari SMK PGRI Lemahabang berhadapan dengan kelompok lain dari SMK Purwasari. Dua kelompok pelajar tersebut bertemu dan berduel saling serang saling hantam menggunakan pekakas yang mereka bawa. Akibatnya seorang dari kelompok SMK PGRI Lemahabang, Asep Gani terkena sabetan senjata tajam di bagian punggung dan dada, terluka parah. Melihat kawannya terluka dan terkapar pelajar SMK Lemahabang lainnya berusaha menolong dan membawanya ke klinik di Desa Drowolong yang jaraknya sekitar kurang dari satu kilometer. Sementara kelompok musuh berusaha lari meninggalkan tempat itu. Tapi karena terlalu banyak mengeluarkan darah, Asep Gani meninggal.

Cerita di atas saya tulis berdasarkan cerita-cerita yang saya peroleh pada hari Kamis 6 Oktober dari masyarakat setempat, ketika saya mencoba mencari tau kejadian terebut di TKP.

Yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini, bukan proses apa setelah kejadian itu, tapi ingin mencoba melakukan analisa, mengapa peristiwa itu mesti terjadi.

Sebagai seorang (mantan) guru, saya jadi malu sendiri. Anak-anak yang seharusnya terdidik ternyata tidak jauh berbeda dengan gerombolan binatang yang haus akan darah mesti darah itu darah saudaranya sendiri. Tentu ada yang salah. Entah kesalahan itu ada di dalam sistem pendidikan kita atau dalam sistem masyarakat. 
Terlalu banyak pertanyaan di benak ini untuk diungkapkan sebagai wujud tanggung jawab, baik sebagai warga biasa maupun sebagai mantan guru. Mesti ada kejujuran dari kita semua untuk mengintrosfeksi diri. Sebagai warga biasa, saya menghimbau kepada siapapun, dimanapun, agar mau melakukan upaya-upaya pencegahan, dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan sosial di tempat masing-masing untuk peduli terhadap penyimpangan-penyimpangan terutama yang dilakukan generasi muda di sekitar kita. Jangan apatis, jangan masabodoh. 

Sebagai warga negara, saya menghimbau Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan, baik yang menyangkut kebijakan sistem pendidikan maupun kebijakan-kebijakan yang menyangkut peradaban di masyarakat. Tidak cukup dengan jawaban bahwa pemerintah telah melakukan itu telah melakukan ini. Faktanya banyak hal buruk terjadi.
Saya sangat yakin ada yang salah di dalam sistem pendidikan kita. Saya melihat, Guru lebih banyak mengajar dengan mengabaikan mendidik. Banyak orang bisa "mengajar", tapi tak mudah untuk "mendidik".Begitu pula ada banyak yang perlu diperbaiki dalam kebijakan bermasyarakat kita. 

Saya sangat yakin semua ini bisa dilakukan asal ada komitmen dan kemauan yang keras, terutama bagi pemerintah, mengingat negara sudah memberi wewenang untuk memanfaatkan uang-uang negara (APBN,APBD) untuk membangun kesejahteraan rakyat , dengan syarat pemerintah harus kompak atar komponen, baik dengan jajaran horizontal maupun vertikal.




Sunday, February 14, 2016

Mesjid Al-Istiqomah Latar belakang, kiprah dan masa depannya


Bila anda berkunjung ke Desa Pasirkamuning 4 kilometer arah utara dari pusat kota kecamatan Telagasari, di perbatasan dengan desa Lemahduhur kecamatan Tempuran anda akan melihat sebuah mesjid, tidak terlalu besar, tapi cukup megah. Itulah mesjid Al-Istiqomah. Mesjid itu dibangun pada awal tahun 80an di atas tanah wakaf H.Sodik. Tak punya halaman, maklum pada awalnya mesjid itu dibangun dalam kondisi situasi “darurat”.

Latar belakang
Berawal dari situasi politik pada awal pemerintahan Orde Baru, ketika Pemerintahan Sukarno tumbang di tahun 1967, ummat Islam mendapat angin segar untuk melakukan pergerakan, baik pergerakan sosial maupun pergerakan politik. Saat itu kekuatan politik yang selalu menjadi momok bagi ummat Islam, PKI (Partai Komunis Indonesia) porak poranda hancur berantakan dibabat habis oleh  Pemerintah bersama TNI, sebagai akibat dari pengkhianatannya terhadap negara dengan peristiwa pemberontakan yang kita kenal Gerakan 30 September (G 30 S). Peritiwa tersebut terjadi tanggal 30 September 1965 yang mengakibatkan banyak perwira tinggi TNI tewas terbunuh menjadi korban kebiadaban gerakan tersebut yang didalangi PKI. Mereka menculik perwira-perwira TNI dini hari dari rumah masing-masing dan jenazah para perwira itu baru ditemukan beberapa hari kemudian di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya Jakarta Timur.
Pemerintah merangkul kekuatan sosial politik ummat Islam, bersama-sama menghabisi seluruh sisa-sisa kekuatan komunis PKI di seluruh pelosok negeri.

Ummat Islam di Pasirkamuning dan sekitarnya merespon situasi ini, terutama kalangan muda. Sebutlah Jeje Ahmad Fahrudin. Saat itu Jeje menjadi tokoh idola, khususnya di kalangan anak muda. Orangnya supel, cerdas, pandai dan pemberani, terutama ketika harus bermujadalah (berargumentasi). Tak heran ketika anak-anak muda di desa tersebut, bahkan ada pula dari desa-desa tetangga yang tertarik menjadi bagian dari pergerakannya. Jeje tidak sendiri. Tokoh muda lainnya ; Abdul Rosid dan Muhtar. Ketiganya bersaudara kakak beradik, yang merupakan putra-putra dari Ustad Hasan, tokoh agama terkemuka di Pasirkamuning. Mereka bertiga intens melakukan diskusi-diskusi tetang Islam. Bukan hanya itu, bahkan sampai pada persoalan-persoalan bagaimana kedudukan Islam dan bernegara, dan itu dilakukan di sembarang tempat, di warung, di rumah teman atau di mesjid.  Pengaruh dari kegiatan ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat desa Pasirkamuning, tapi juga berpengaruh ke level Kabupaten.
Perlu diketahui bahwa Jeje Fahrudin, Abdul Rosid dan Muhtar, ketiganya merupakan pegawai negeri (PNS). Jeje dan Muhtar bertugas sebagai guru agama (ustad) sedangkan Rosid guru SD. Karena kecemerlangannya di masyarakat, Pada tahun 1971 Jeje A Fahrudin ditarik oleh atasannya ke Kantor Departemen Agama Kabupaten Karawang menduduki jabatan Kepala Seksi Penerangan Agama Islam (Penais).

Satu saat (1971), seorang tokoh muda yang juga berprofesi sebagai tenaga medis, Toto Hendarto (Mantri Toto, alm) merelakan tempat tinggalnya menjadi “base camp”  kegiatan termasuk  pengajian. Padahal tempat itu bukanlah miliknya, tapi milik Sodik. Tempat itu bukan rumah tapi bagian belakang (dapur) rumah Sodik. Kala itu Toto belum punya rumah hingga harus tinggal di rumah orang lain. Disanalah kelompok tersebut melakukan pertemuan-pertemuan keagamaan (pengajian).
Muhtar dan Abdul Rosid mengambil alih posisi penting dengan secara resmi memberi nama pada kelompok pengajian ini dengan nama Al-Istiqomah. Menurut mereka, al-Istiqomah mengandung arti bahwa kelompok ini merupakan kelompok yang teguh dalam pendirian dan tegak dalam melaksanakan hukum Allah. Kedua tokoh di atas bertindak sebagai pemberi materi setiap pertemuan yang dilaksanakan setiap malam Kamis.  Tercatat nama-nama jamaah ; Nengkong, Nusin, Toto Hendarto , Iing Ibrohim, Ust Maksum, Enjo (Pasirkamuning), Hasan Basri, Kasim (Pondokbales), Kodri, Mada, Sodik, Amil Wanta, Carim, Kayo (Salem) Amat (Sindangpalay) dan ada sekitar belasan orang lagi yang saya lupa namanya. Setiap malam Kamis tempat yang sempit itu ( 5 x 3 meter) penuh sesak tidak bisa menampung jamaah.
Karena sempitnya tempat, maka pada tahun 1972 tempat pengajian dipindahkan ke rumah Nengkong tidak jauh dari tempat semula. Disana ada sebuah bale (balandongan) milik Nengkong yang berhimpitan dengan rumahnya. Tempatnya cukup luas bisa menampung jamaah hingga 50 orang. Metode pengajianpun diperbaharui dengan sistim jadwal pelajaran. Selain materi agama, sejak itu diajarkan pula materi pelajaran bahasa Inggris dengan pengajar Abdul Rosid. Pengajian berjalan bertahun-tahun di tempat itu.

Pada tahun 1973 terjadi sebuah “trgedi” di Mesjid Jamie Ikhwanul Muslimin (Pondokbales) yang saat itu baru dipindahkan dari lahan Ayah Uding yang kena gusur pelebaran tanah pengairan,  ke ke lahan H. Sadili. Nusin yang sedang menjadi khotib dalam sholat Jumat diturunkan oleh sorang jamaah (H.Gojali) dengan alasan bacaannya tidak fasih. Entah secara kebetulan atau memang sudah direncanakan, H.Gojali yang penduduk Dusun Tanjung Kalisari itu nekat memprotes khotib dengan kasarnya. Sejak peristiwa itu jamaah Al-Istiqomah yang sudah sejak lama sholat Jumat di mesjid Ayah Uding itu melaksanakan sholat Jumat di tempat pengajian awal yaitu dapurnya Sodik.
Rupanya peristiwa di atas menjadi motivasi tersendiri bagi jamaah Al-Istiqomah, untuk memiliki mesjid sendiri. Melalui beberapa tahapan dan musyawarah, akhirnya Sodik menyediakan lahan miliknya yang terletak di belakang rumahnya itu untuk dijadikan lahan pembangunan mesjid Al-Istiqomah. Dibentuklah panitia pembangunan mesjid Al-Istiqomah. Penulis berada di dalamnya. Dengan bergotong royong, menampung infaq, dan jariyah akhirnya pada tahun 1980 terwujudlah bangunan Mesjid walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Meski demikian, jamaah merasa lega dengan kepemilikan mesjid sendiri. Disanalah jamaah Al-Istiqomah melakukan kegiatan pengajian dan da’wah.

Kiprah
Tahun 1985 mesjid Al-Istiqomah mendapat bantuan pemerintah desa Pasirkamuning sebesar lima ratus ribu rupiah untuk rehabilitasi mesjid. Saat itu pemerintah Desa Pasirkamuning dipimpin oleh Iding Zaenal Abidin selaku Pjs Kepala Desa. Dengan bantuan tersebut mesjid Al-Istiqomah terlihat agak bagus dan pantas disebut masjid. Pada masa Iding menjabat Kepala Desa Pasirkamuning (1994) diapun membantu mesjid Al-Istiqomah sebesar dua juta rupiah untuk biaya rehabilitasi bagian-bagian yang dianggap perlu.
Meski dengan kesederhanaan pasilitas, jamaah yang dipimpin oleh Ustad Muhtar bisa melakukan kegiataan ibadah dan da’wah dengan baik. Jamaah semakin banyak, terbukti dengan kehadiran jamaah setiap malam Kamis dan Sholat Jumat yang semakin penuh. Hal ini disebabkan solidnya para jamaah dalam upaya memakmurkan masjid didasari “ukhuwah islamiyah”.
Seiring perjalanan waktu, menjelang tahun 2000 an, pengurus mesjid Al-Istiqomah ingin mesjid ini lebih bagus dengan berbagai pasilitas yang memadai. Dengan munculnya tokoh-tokoh baru, seperti Rahmat (menantu Sodik), Jarkasih Supriatna (adik kandung Ustd Muhtar) keinginan itu diwujudkan dengan membongkar seluruh bangunan mesjid lama dan kemudian dibangun dengan konstruksi modern seperti yang terlihat saat ini. Lebih megah, lebih sehat dan lebih nyaman. Tapi sayang kenyamanan itu terusik dengan terjadinya “gesekan” antara Ustd Muhtar dengan “penguasa baru” mesjid itu (Rahmat). Ustad Muhtar merasa ada yang tidak cocok dengan sikap dan perilaku Rahmat dalam mengelola mesjid. Akhirnya Ustad Muhtar mengambil langkah “mengalah” dengan memindahkan kegiatannya ke mushola Al-Ikhlas yang letaknya hanya berjarak sekitar 100 meter. Akibatnya, kekuatan jamaah seolah terbagi dua, terlebih ketika mushola Al-Ikhlas dijadikan tempat menyelenggarakan sholat Jumat. Sebagian besar para perintis Al-Istiqomah ikut kegiatan yang dipimpin Ustad Muhtar yang diyakini sebagai guru mereka, sedangkan kegiatan di mesjid Al-Istiqomah diteruskan oleh dua tokoh sentral yaitu Rahmat dan Jarkasih Supriatna.
Saat ini, tokoh sentral Jamaah Al-Istiqomah, Ustad Muhtar sudah sepuh, usianya sudah hampir 80 tahun. Kondisinya sudah sangat lemah dan sakit-sakitan, sehingga sudah tidak mampu lagi melakukan kegiatan seperti dulu. Abdul Rosid sudah meninggal di tahun 2004 sedangkan Jeje Fahrudin tinggal di kota Karawang dan beliaupun sudah sepuh. Mushola Al-Ikhlas yang dijadikan sentral kegiatan dawah menjadi sepi tanpa tokoh. Demikian pula dengan Masjid Al-Istiqomah yang nampak kurang berwibawa. Salah satu bukti, pernah terjadi di bulan Januari 2016, seseorang yang berani menegur Rahmat yang sedang berda’wah di mesjid ba’da sholat subuh, dengan cara kasar. Penegur itu beralasan Rahmat tidak layak berda’wah terbuka seperti itu karena bacaan arabnya (Quran dan hadist) tidak fasehat dan menyalahi kaidah membaca ayat Al-Quran.
Kedepan saya berharap mesjid itu dikelola secara terbuka mengingat mesjid itu dibangun dengan linangan air mata ummat Islam ditengah kondisi kekurangan dan keprihatinan. Tidak boleh ada “diktator”. Siapapun. 

Penulis : Kasim Suriadinata,S.Pd



Saturday, February 13, 2016

Mengenal beberapa jenis burung wiwik atau kedasih yang ada di Indonesia

Burung Kedasih (Cungcuing)

Anda pasti kenal dengan jenis burung ini, meski belum pernah melihat bentuknya tapi suaranya cukup populer karena banyak dianggap memiliki unsur mistis dan mitos khususnya di berbagai daerah di Indonesia. 

Burung wiwik atau kedasih atau uncuing, ( di Karawang : manuk tutuit) termasuk burung parasit yang akan menitipkan telurnya pada sarang burung lain khususnya burung-burung kecil seperti ciblek, dll. Di Indoneisa terdapat banyak jenis burung wiwik yang tersebar merata di seluruh Indonesia, apa saja jenis-jenisnya mari kita simak dibawah ini :

1. Wiwik Uncuing
Wiwik uncuing atau cocomantis sepulcralis ( rusty-breaster cuckoo ) merupakan salah satu jenis yang paling banyak ditemukan di wilayah indonesia.
Burung dewasa memiliki kepala berwarna abu-abu. sedangkan punggung, sayap dan ekor berwarna coklat keabu-abuan dengan tubuh bagian bawah berwarna merah karat , hampir mirip dengan wiwik kelabu hanya saja berwarna lebih gelap. Iris coklat dengan lingkar mata kuning. paruh hitam dan kaki abu-abu.
Sifat burung ini adalah parasit dan banyak menyerang sarang kipasan, meninting, kucica batu, bentet dan ciblek. dengan telur 1 butir yang terdiri dari berbagai pola warna. berkembang biak pada bulan januari – september.
makanan utama mereka adalah ulat bulu, belalang, dan serangga lainnya.


Habitat dan Penyebaran
Sering terlihat di tepi hutan, vegetai sekunder, perkebunan, pedesaan dan tersebar hingga ketinggian 1300 M diatas permukaan laut.
Penyebaran meliputi semenanjung malaysia, filipina, Sumatera Kalimantan, Belitung, Enggano, Simeleu, Jawa, Bali, Maluku dan Nusa Tenggara Barat.

Suara :
siulan mengalun ” wii pii – wiit ” diulang ulang sepuluh sampai dua puluh lima kali dengan nada yang makin merendah. bunyi meninggi lebih cepat dan liar daripada kicauan wiwik kelabu.


2. Wiwik Kelabu
wiwik kelabu atau cocomantis merulinus (plaintive cuckoo) ini berukuran lebih kecil dari wiwik uncuing, burung dewasa memiliki kepala yang berwarna keseluruhan abu-abu, punggung yang berwarna coklat dengan perut dan ekor berwarna merah sawo matang. burung muda bisa dilihat dari tubuh bagian atasnya yang berwarna coklat bergaris-garis hitam dan tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan garis halus. mirip wiwik lurik tapi tanpa garis mata. juga mirip wiwik uncuing tetapi lebih pucat dan kicauannya pun berbeda. iris mata merah, paruh atas kehitaman, paruh bawah kuning dan kaki berwarna kuning. burung ini lebih sering terdengar pada musim penghujan, sedangkan di musim kemarau hampir tidak pernah terdengar suarana. makanannya adalah buah buahan kecil, laba-laba, kumbang dan serangga lainnya.
sama seperti wiwik uncuing, wiwik kelabu juga merupakan burung parasit dan lebih sering menyerang sarang cica daun, cinenen, perenjak atau ciblek dan pijantung. dengan telur berwarna kebiru-biruan yang berjumlah 1 butir. berkembang biak pada bulan oktober, februari dan april.



Habitat dan penyebaran
Menyukai hutan terbuka, hutan sekunder, perkebunan, pedesaan, pemukiman di perkotaan. penyebarannya meliputi india timur, cina selatan, filipina. sedangkan di indonesia meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Sulawesi.

Suara
“te – ta – tii , te – ta – tii , te – ta – tii ” seperti yang meratap dengan bertambah cepat dan semakin meninggi. nada khasnya terdiri dari dua atau tiga siulan yang memecah menjadi nada – nada menurun “pwee,pwee,pwee,pee-pee-pee-pee”

Friday, February 12, 2016

Mulai Tahun Ini Anak Wajib Punya KTP

JAKARTA –  Selama ini, setiap warga negara harus memiliki kartu identitas berupa Kartu Penduduk. Tapi yang diwajibkan hanyalah mereka yang sudah berumur 17 tahun. Bagi yang belum cukup umur cukup didata pada Kartu Keluarga dengan memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan).
Mulai tahun ini (2016) pemerintah membuat kebijakan baru, yaitu mewjibkan setiap warga negara wajib memiliki Kartu Penduduk, termasuk anak-anak. 
Hal ini disampaikan Mendagri Cahyo Kumolo sebagaimana dilansir JPPN pada Jumat (12/02).
Mulai tahun ini, seluruh anak yang belum berusia 17 tahun harus sudah punya kartu identitas semacam KTP. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut dengan istilah Kartu Identitas Anak (KIA).
Tjahjo mengatakan, aturan bahwa semua anak juga harus punya KIA mulai 2016 ini berdasar  Permendagri No. 2 Tahun 2016. Kartu ini merupakan identitas resmi anak yang belum berusia 17 tahun.
KIA itu terbagi dalam dua kategori, yakni untuk anak di bawah usia 5 tahun dan usia 5 hingga 17 tahun.
"Ada dua jenis KIA antara lain, untuk usia anak 0-5 tahun dan 5-17 tahun," kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan, kemarin (11/2).
Tjahjo menjelaskan syarat penerbitan KIA, mengacu dalam permendagri tersebut. Pertama, bagi anak yang baru lahir KIA akan keluar bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran.
Kedua, bagi anak yang belum berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan antara lain, fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran asli, KK dan KTP asli orang tua/Wali.
Bagi anak yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA harus memenuhi persyaratan yang sama dengan sebelumnya. Hanya saja, butuh pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak dua lembar.
"KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota," terang mantan Sekjen PDI Perjuangan itu.
Tjahjo mengatakan, pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. “Juga sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara,” ujarnya.

Sunday, January 17, 2016

Arab Saudi bersalju. Pertanda kiamat sudah dekat

Assalamu'alaikum.
Jama'ah FB yang berbahagia.. Saya dapat fwd info dari grup sahabat , di Mekah Subuh tadi.(Sabtu,14/1/20160
Salju turun di pertengahan highway antara Mekah & Madinah.
Dunia sudah di penghujungnya.
Mari kita persiapkan perbekalan sebaik-baiknya......
Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia.
Saat ini berdasarkan penelitian sains, di Jazirah tanah tandus Arab tidak terkecuali di Tabuk, Palestina bahkan di gurun Sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.
“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai" 
(HR Muslim)
Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli Geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. 
Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.
Syaikh Syuraim - Imam Masjidil Haram mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan. 
Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,
“Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.”

Beliau juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk.
Hal itu mengingatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk,
“Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”

*** Di share dari Akun FB Kingkin Ananda

Sunday, January 10, 2016

4 Makanan Ini Bersihkan Paru-Paru Dalam 72 Jam,



Makanan untuk membersihkan paru-paru


Jika seseorang mengisap rokok, nikotin di dalamnya akan merangsang otak untuk memproduksi sedikit dopamin, akibatnya si perokok akan merasa rileks dan nyaman. Alam bawah sadar kemudian terus menerus meminta agar dopamin diproduksi lebih banyak, caranya dengan terus menambah asupan rokok.

Sayangnya kebiasaan merokok ini berdampak pada organ tubuh yang lain. Sebatang rokok diketahui mengandung ratusan zat kimia berbahaya seperti amonia, karbon monoksida, nikotin, kromium, kadmium, timbal, dan lain-lain. Memasukkan bahan-bahan kimia ini ke dalam tubuh sama dengan meracuni tubuh sendiri.

Sebuah penelitian pernah dilakukan terhadap paru-paru perokok. Hasilnya, orang yang menghabiskan satu bungkus rokok setiap hari berisiko mengalami kanker paru-paru 20 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, dimana sebagian besar kasus kanker paru-paru baru muncul ketika perokok telah mencapai usia di atas 40 tahun.

Selain kanker, perokok juga berisiko mengalami infeksi paru-paru yang ditandai dengan gejala batuk menahun dan sering bercampur darah. Pada umumnya perokok mengabaikan gejala ini sampai akhirnya struktur paru-paru jadi rusak sehingga tidak dapat berfungsi normal dan akhirnya akan menimbulkan komplikasi pada jantung.

Tidak ada cara untuk menghindari penyakit-penyakit di atas selain berhenti merokok secara total dan mulai menjalani gaya hidup yang sehat. Tapi bagi anda yang masih sangat sulit berhenti merokok, di bawah ini beberapa jenis makanan yang bisa anda konsumsi untuk membersihkan paru-paru anda dari racun dan zat kimia berbahaya.

4 Makanan Untuk Membersihkan Paru-Paru

Kabar baiknya adalah para ilmuwan baru-baru ini mengumumkan beberapa jenis makanan yang terdiri dari buah dan sayuran yang mengandung zat yang dapat membersihkan paru-paru dari zat kimiawi dari rokok secara instan. Berikut ini daftarnya:

1. Jahe

Jahe memiliki sifat antiseptik dan antibakteri dan juga membantu saluran bronkial untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dari paru-paru. Manfaat yang umumnya langsung terasa oleh perokok setelah mengonsumsi jahe adalah pernafasan jadi lega dan plong. Cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah dengan mengunyah sepotong jahe segar untuk membuka saluran pernafasan yang tersumbat.

2. Jeruk bali

Jeruk bali memiliki khasiat yang sangat besar bagi kesehatan terutama untuk melawan kanker paru-paru. Buah ini sangat kaya dengan antioksidan yang dapat membantu tubuh mencegah sel kanker tumbuh tak terkendali.

Menurut seorang peneliti bernama Dr. Corrine Hanson, grapefruit atau jeruk bali juga kaya vitamin C yang menyebabkan buah ini memiliki kemampuan menghambat kerja enzim yang dapat mengaktifkan sel kanker paru-paru. Perbanyaklah mengonsumsi jeruk bali jika anda seorang perokok aktif.

3. Selenium

Selenium adalah mineral yang merangsang enzim dan bersama-sama dengan vitamin E membantu dalam memperkuat membran paru-paru. Hasil penelitian menyebutkan kadar selenium dalam tubuh berbanding terbalik dengan jumlah sel kanker. Artinya jika selenium banyak maka sel kanker akan menurun atau bahkan hilang, begitu pula sebaliknya.

Mineral Selenium banyak ditemukan dalam semangka, jamur, tiram, bayam dan ubi jalar. Jika anda seorang perokok, anda wajib mengonsumsi makanan-makanan tersebut untukmeningkatkan daya tahan tubuh dan membersihkan paru-paru anda dari racun.

4. Bawang Putih

Sebuah penelitian pernah dilakukan di Jiangsu Provincial Centre for Disease Control and Prevention di China. Hasil riset menyebutkan rajin mengonsumsi bawang putih minimal dua kali seminggu dapat menurunkan akan menurunkan risiko kanker paru sampai 44%.

Bawang putih diketahui mengandung antioksidan yang dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh dan mengandung senyawa allicin yang berfungsi untuk menghilangkan inflamasi dalam tubuh.

Demikian empat buah makanan yang dapat membersihkan paru-paru dari racun akibat merokok. Selain keempat makanan tersebut, anda juga bisa mengonsumsi sirsak sebagai pengobatan penyakit kanker. Semoga bermanfaat, jangan lupa klik like dan sebarkan artikel ini ke teman anda yang perokok aktif.

Wednesday, December 30, 2015

Tolong Hentikan Ustadz, Aku Tak Tahan Lagi !!

Tahun 2010, seorang ustadz melakukan survey dengan bertanya kepada beberapa perempuan yang bekerja di luar rumahnya. Di kantor atau di perusahaan/pabrik. Pertanyaan ustadz sangat sederhana, “Bu, bagaimana perasaan ibu dengan kondisi ibu bekerja saat ini, lebih merasa cukup dengan suami saja bekerja atau merasa lebih cukup dengan ibu ikut bekerja ?
•90% perempuan bekerja menjawab, “Saya merasa cukup dengan hanya suami saja yang bekerja ketimbang saat ini saya ikut bekerja.”Para istri yang saya survei itu mengaku justru dengan dirinya bekerja, utang keluarga justru bertambah, padahal niat awalnya agar utang suami tidak bertambah parah. Dulu semua yang diinginkan selalu bisa terpenuhi tapi dengan ikut bekerja menjadi selalu kurang, tidak ada yang cukup.
•Setelah para istri ini curhat tentang kondisinya, lalu Ustadz bertanya kepada ibu-ibu ; “Ibu tahu tidak penyebab mengapa dulu saat suami ibu yang bekerja semuanya tercukupi dan sekarang ibu bekerja justru selalu kurang ?”
•Ibu-ibu itu menggeleng. Mereka hanya heran harusnya dengan ikut bekerja kebutuhan rumah tangga menjadi lebih dari cukup.
•Ustadz kemudian memberikan tausiyah  begini kepada ibu-ibu itu :
Keberkahan rezki ibu telah hilang, ibu-ibu tahu mengapa hilang ? Begini, dulu saat suami ibu saja yang bekerja ibu masih sempat mengurus anak-anak berangkat sekolah. Ibu masih sempat membangunkan suami untuk shalat malam. Ibu masih sempat membuatkan sarapan untuknya. Dan ketika suami ibu pulang kerja, ibu sudah cantik berdandan rapi untuk menghilangkan kelelahan suami ibu sore itu. Ibu masak yang terenak untuk suami dan masih sempat membacakan dongeng untuk anak-anak ketika akan tidur dan masih “fresh” saat suami ibu mengajak bercinta.
•Tapi saat ibu bekerja saat ini, ibu lebih awal kan berangkat dari suami? Karena ibu masuk jam 7 pagi karena khawatir terlambat dan jauh ibu berangkat jam 5.30 padahal barangkali suami baru saja mandi. Anak-anak belum terurus baju sekolahnya, bahkan bisa saja di antara mereka nggak ada yang sarapan karena Ibu lupa menyediakan. Iya kan bu ?’ Kata saya kepada mereka.
•Di antara ibu-ibu yang bekerja ini mulai menangis, ustadz meminta izin untuk meneruskan taujih di sore itu.
•“Dan ketika suami ibu pulang, ibu belum pulangkan karena ibu diminta lembur oleh boss ibu di pabrik. Ketika suami sudah ada di rumah jam 5 sore, ibu masih berkutat dengan pekerjaan sampai jam 8 malam. Suami ibu bingung ke mana dia mengadukan ceritanya hari itu dia mencari nafkah. Anak-anak ibu belum mandi bahkan bisa saja di antara mereka ada yang tidak shalat Maghrib, karena tidak ada yang mengingatkannya. Kemudian mau makan akhirnya makan seadanya, hanya masak mie dan telur karena hanya itu yang mereka mampu masak.
•Suami ibu hanya makan itu bahkan hampir tiap malam, sedangkan ibu baru pulang jam 9 sampai di rumah di saat anak-anak ibu sudah lelah karena banyak bermain, bahkan di antara mereka masih ada yang bau karena nggak mandi. Suami ibu terkapar tertidur karena kelelahan, karena suami ibu menunggu kedatangan ibu. Kondisi ibu juga lelah, sangat lelah bahkan, ibu bahkan berbulan-bulan tidak bisa berhubungan intim dengan suami karena kelelahan….”
•Ibu bekerja untuk menambah keuangan keluarga tapi ibu kehilangan banyak hal. Hal-hal yang pokok menjadi tidak selesai. Hal-hal yang ibu kerjakan di pabrik juga tidak maksimal karena hati ibu sedih tidak punya kesempatan mengurus suami dan anak-anak. Pakaian suami dan anak-anak kumal, kuku anak-anak panjang, rambut anak-anak gondrong dan tak terurus.
•Ibu-ibu itu semakin kencang menangisnya, di antara mereka mengatakan “Hentikan ustadz, aku tak tahan lagi, hentikan”, sang ibu itu memeluk teman yang di sebelahnya dan menangis.
 Di penutup Ustadz menyampaikan, “Tidak ada larangan buat ibu bekerja dengan satu syarat, tugas pokok ibu tidak ada masalah, tidak ada hak-hak suami dan anak-anak yang berkurang yang dapat menyebabkan ketidak berkahan uang yang ibu dapatkan dari bekerja. Pastikan itu semua tidak ada masalah dan bekerjalah setelah itu”
•Adzan Maghrib sore itu menghentikan ceramah si Ustadz di sela tangis ibu-ibu yang ingin segera pulang untuk bertemu dengan suami dan anak-anak mereka.
Dituturkan oleh seseorang melalui Berita 24

Friday, September 19, 2014

Selamat Datang di blogku

Kala ku termenung, menunggu
Memikirkan waktu
Yang begitu cepat merambat
Tak terasa....mudaku tlah lewat
Bahkan tuapun sudah ada di mata yang mulai pekat

Ku ingin
Apa yang ada di diriku
Pikir, asa, dan cita-cita
Bahkan hayal dan angan-angan
Kutuangkan dalam kalam

Manfaat dan maslahat
Buat ummat.